Sugiyanto, S.S. merupakan sosok yang dikenal luas sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Iman Padende, Desa Bumi Pajo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Lahir di Kabupaten Bima pada tahun 1983, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat. Sugiyanto adalah putra pertama dari empat bersaudara, buah hati pasangan H. Ridwan dan Hj. Sitti Kalsom, yang sejak kecil menanamkan pentingnya kejujuran, kerja keras, serta kecintaan terhadap syiar Islam.
Sejak masa muda, Sugiyanto dikenal sebagai pribadi yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Jiwa kepemimpinannya mulai terlihat ketika sering terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan di Dusun Padende. Semangat melayani masyarakat menjadi bekal penting yang kemudian mengantarkannya dipercaya memegang berbagai amanah, baik di lingkungan pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan.
Di bidang profesi, Sugiyanto mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bima. Sebagai seorang ASN, ia berupaya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sekaligus tetap aktif membangun kehidupan sosial masyarakat. Baginya, pengabdian kepada negara dan pengabdian kepada umat merupakan dua amanah yang saling melengkapi. Kesibukan sebagai ASN tidak mengurangi komitmennya dalam memajukan kegiatan keagamaan di kampung halamannya.
Kepercayaan masyarakat kepada Sugiyanto semakin kuat ketika para tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Bumi Pajo mengangkatnya sebagai Ketua DKM Masjid Nurul Iman pada periode 2015–2016. Amanah tersebut diberikan atas dasar penilaian terhadap integritas, kepemimpinan, serta kemampuannya dalam menggerakkan masyarakat. Hingga kini, kepercayaan itu terus berlanjut karena dinilai mampu menjaga semangat kebersamaan, transparansi, dan kekompakan dalam setiap program pembangunan maupun kegiatan keagamaan masjid.
Di bawah kepemimpinannya, pembangunan Masjid Nurul Iman mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Ia mengawal seluruh proses pembangunan, mulai dari peletakan pondasi awal hingga pembangunan berbagai bagian utama masjid yang terus berlangsung sampai saat ini. Berbagai tahapan pembangunan dapat terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat, dukungan para donatur, serta pengelolaan yang mengedepankan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas. Sugiyanto senantiasa meyakini bahwa keberhasilan pembangunan masjid bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari persatuan seluruh jamaah.
Selain memimpin pembangunan fisik, Sugiyanto juga berupaya menjadikan Masjid Nurul Iman sebagai pusat pembinaan umat. Berbagai kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah, pengajian, peringatan hari besar Islam, pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, hingga kegiatan sosial masyarakat terus didorong agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, persaudaraan, dan pemberdayaan umat Islam.
Dalam kehidupan keluarga, Sugiyanto menikah dengan Eningsih pada tahun 2008. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga orang putri yang menjadi sumber kebahagiaan sekaligus motivasi dalam menjalankan setiap amanah kehidupan. Di tengah kesibukan sebagai ASN dan Ketua DKM, ia tetap berusaha membangun keluarga yang harmonis dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama dalam mendidik anak-anaknya.
Perjalanan hidup Sugiyanto, S.S. menjadi gambaran bahwa kepemimpinan lahir dari keikhlasan dalam melayani. Selama lebih dari satu dekade memimpin DKM Masjid Nurul Iman, ia terus mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya demi terwujudnya masjid yang megah sekaligus makmur oleh kegiatan ibadah. Harapannya, Masjid Nurul Iman akan terus menjadi simbol persatuan, semangat gotong royong, dan pusat syiar Islam yang memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.






