BIMA, mesjidnurulimanpadende.com – “Kullu nafsin dzā`iqatul maut”—setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Demikian firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 185. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 156, Allah SWT juga berfirman, “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn”, yang berarti sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia.
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Masjid Nurul Iman Padende dan masyarakat Dusun Padende. Mantan Cepe Lebe sekaligus Imam Masjid Nurul Iman Padende, H. M. Umar M. Ali, meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WITA. Almarhum yang lahir pada 17 Agustus 1954 itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jamaah masjid, serta masyarakat yang selama puluhan tahun mengenal sosoknya.
H. M. Umar M. Ali merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan kehidupan keagamaan masyarakat Padende. Selama kurang lebih 32 tahun, almarhum mengabdikan diri sebagai Cepe Lebe Masjid Nurul Iman Padende. Dalam masa pengabdian yang panjang tersebut, almarhum tidak hanya menjalankan tugas keagamaan di masjid, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.
Di mata warga, almarhum dikenal sebagai sosok yang sederhana, ramah, sabar, rendah hati, dan mudah bergaul. Tutur katanya yang lembut serta kepeduliannya terhadap kehidupan keagamaan membuat almarhum dihormati oleh masyarakat. Ia juga dikenal sebagai sosok yang senantiasa memberikan nasihat kepada generasi muda agar mencintai masjid, menjaga persaudaraan, dan terus memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Kepergian H. M. Umar M. Ali meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi warga Dusun Padende dan masyarakat Ncuhi. Selama puluhan tahun, keberadaan almarhum telah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Bagi warga, almarhum bukan sekadar tokoh agama, melainkan juga seorang sesepuh yang menjadi tempat meminta nasihat, bertukar pikiran, dan mempererat silaturahmi. Jejak pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade membuat sosoknya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Kenangan terhadap almarhum juga melekat kuat di lingkungan Masjid Nurul Iman Padende. Banyak jamaah yang selama bertahun-tahun berinteraksi dan mengikuti kegiatan keagamaan bersama almarhum. Kesederhanaan, keteladanan, dan pengabdiannya menjadi bagian dari sejarah panjang masjid yang akan terus dikenang oleh jamaah dan generasi penerus.
“Kami, keluarga besar Masjid Nurul Iman Padende, merasa sangat kehilangan. Beliau adalah orang tua, guru, sekaligus bagian dari sejarah panjang masjid ini. Selama kurang lebih 32 tahun beliau mengabdikan diri sebagai Cepe Lebe. Semoga seluruh amal ibadah dan pengabdian beliau diterima oleh Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.”
— Umar Syamsudin, Imam Masjid Nurul Iman Padende
Keluarga besar Masjid Nurul Iman Padende bersama warga Dusun Padende dan masyarakat Ncuhi menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya H. M. Umar M. Ali. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadah serta pengabdiannya selama hidup, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.






